Resensi Buku: Lenin on the Train

Resensi buku oleh Niall Mulholland. Judul buku: Lenin on the Train karya Catherine Merridale, terbitan Penguin Books, 2017.

[ Diterjemahkan oleh Pratiwi Rahmat ] – Terjemahan dari situs Pembebasan

Ketika revolusi Februari pecah di Russia pada 1917 dan menyingkirkan rezim Tsar, Lenin sedang berada dalam pembuangannya di Swiss.

Mengingat sikapnya yang keras menentang Perang Dunia I, tentu akan menjadi sebuah capaian besar bagi pemimpin Bolshevik ini jika ia mampu kembali ke Rusia dengan melintasi negara-negara yang terlibat dalam peperangan, untuk kemudian memimpin oposisi sosialis menghadapi Pemerintahan Sementara baru yang berwatak kapitalis. Continue reading “Resensi Buku: Lenin on the Train”

Indonesia: 50 Tahun Setelah Pembantaian Anti Komunis

Vincent Kolo, chinaworker.info

Partai Komunis terbesar ketiga di dunia dilumat habis dalam kudeta militer yang didukung AS. Tindakan keras militer terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dimulai pada Oktober 1965 dan berlanjut sampai tahun-tahun berikutnya, merupakan salah satu pembantaian paling berdarah pada abad ke-20. Bahkan CIA, yang bersekongkol dengan jendral-jendral sayap-kanan Indonesia dalam mengatur kekejaman ini, kemudian membandingkan pembantaian tersebut dengan kejahatan Nazi maupun teror Stalin.

Kekuatan imperialis ketakutan akan kehilangan Indonesia, yang dipimpin oleh seorang presiden populis – Sukarno – yang didukung oleh PKI, dari cengkeraman kapitalis pro ‘Barat’. Sebuah memorandum CIA tahun 1962 menunjukkan bahwa presiden AS John F. Kennedy dan Perdana Menteri Inggris Harold Macmillan menyetujui untuk “melikuidasi Presiden Sukarno, tergantung dengan situasi dan peluang-peluang yang ada.” Continue reading “Indonesia: 50 Tahun Setelah Pembantaian Anti Komunis”

Featured post

Asal-usul May Day

Oleh Dave Nellist, dari the Socialist (koran mingguan Socialist Party – CWI di Inggris & Wales)

May Day telah menjadi hari libur nasional di Britania Raya sejak 1978. Namun asal-usul sesungguhnya terletak pada perjuangan dahsyat di Amerika oleh para pekerja menuntut waktu wajib kerja yang lebih singkat pada penghujung abad ke-19, dan kemartiran dari seorang kepimpinan serikat buruh yang dieksekusi 130 tahun yang lalu.

Pusat dari gerakan menuntut delapan jam kerja sehari tersebut berada di Chicago, di mana beberapa pabrik mengenakan 18-jam perhari. Peraturan delapan-jam sehari sebetulnya sudah diloloskan dalam kongres pemerintahan AS di 1868. Bagaimanapun, selama lebih dari 15 tahun, peraturan ini cuma pernah digalakkan dua kali.

Namun pada periode yang sama pula, para pekerja telah Continue reading “Asal-usul May Day”

Protes terhadap kunjungan Jokowi di Hong Kong

Pada tanggal 30 April, Presiden Indonesia Joko Widodo melakukan kunjungan 2 hari ke Hong Kong, terutama untuk bertemu dengan para kapitalis seperti orang terkaya di Hong Kong Li Ka-shing, dan bertemu dengan Kepala Eksekutif CY Leung. Jokowi juga menemui 5.000 masyarakat Indonesia termasuk buruh rumah tangga asing dari Indonesia, dimana ada lebih dari 170.000 orang bekerja di bawah sistem yang sangat tertindas di Hong Kong. Tapi pertemuan Itu lebih kepada hanya sebuah konser dari pada diskusi nyata dengan para buruh tentang perlindungan dan kondisi kerja yang lebih baik yang sangat dibutuhkan. Spanduk, plakat atau demonstrasi tidak diizinkan, keamanan berada pada tingkat tertinggi di sekitar Asia World Expo, dengan petugas polisi bersenjata berat yang berjalan di daerah tersebut.

Beberapa gerakan diorganisir oleh kelompok buruh migran termasuk sebuah demonstrasi yang diselenggarakan oleh KOBUMI, bersamaan dengan organisasi kiri di Hong Kong Sosialis Action. Continue reading “Protes terhadap kunjungan Jokowi di Hong Kong”

MayDay 2017 – Merayakan Seabad Revolusi Rusia

Committee for a Workers’ International (CWI) mengirimkan salam solidaritas kepada para pekerja, para pemuda dan orang-orang tertindas oleh kapitalisme di seluruh dunia. Kami haturkan salam revolusioner pada mereka-mereka yang berada pada jalan perjuangan. Kami akan bahu-membahu dengan buruh dan pemuda menolak perang, rasisme, kediktatoran dan sistem kapitalisme.

Kita menyambut Hari Buruh Internasional ini di ulang tahun seabad Revolusi Rusia yang abadi.

Meskipun terdapat perbedaan mencolok antara Tsaris Rusia dengan situasi sekarang ini, Revolusi Rusia memiliki banyak pelajaran berharga dan mendasar bagi para sosialis dan buruh dalam perjuangan untuk menatar masyarakat kita. Continue reading “MayDay 2017 – Merayakan Seabad Revolusi Rusia”

Turki: Referendum “Ya” Hasil Kemenangan Penuh Tumbal untuk Erdogan

Minggu 16 April, Turki telah melewati sebuah referendum yang paling kontroversial dan ganjil dalam sejarahnya. Amandemen konstitusi yang memberikan Presiden Erdogan kekuasaan bak diktator, termasuk otoritas untuk membubarkan parlemen, telah dibawa dalam referendum. Resminya, suara “Ya” hanya menang tipis, dengan 51 persen suara.

Melalui cara referendum ini, Erdogan sedang mencari-cari kekuasaan-kediktatoran karena kemungkinan untuk mempertahankan kursinya secara demokratis telah kehabisan minyaknya. Bagaimanapun referendum ini dilaksanakan dengan cara Continue reading “Turki: Referendum “Ya” Hasil Kemenangan Penuh Tumbal untuk Erdogan”

AKSI HARI BURUH SEDUNIA

PERSATUAN PERJUANGAN MELAWAN RASISME

BURUH DI DUNIA BERSATULAH.

Hari : SENIN, 1 MEI
Jam : 11 siang
Tempat : Chater Garden, Central ( MTR exit J2 ).

Berjalan menuju ke Gedung Pemerintahan Hong Kong (CGO)

Tuntutan:
* Aturan 8 jam kerja untuk semua tanpa potongan upah
* Hak Bekerja bagi pengungsi dan Berserikat
* Stop overcharging dan ekploitasi terhadap buruh migran melalui biaya agency – ijinkan buruh migran mempunyai hak untuk tinggal di luar.
* Kesetaraan upah untuk buruh perempuan dan naikan upah minimum hingga $45/jam

Mengapa Refugee harus memiliki hak untuk bekerja

Buruh Migran Dan Buruh Lokal Mesti Bersatu Melawan Upah Rendah Dan Eksploitasi.

Socialist Action berjuang untuk melawan kebijakan-kebijakan pemerintah yang sangat rasis dan tidak adil. Ini termasuk jumlah penerima para pencari suaka terendah di dunia—hanya meluluskan 1 dari setiap 150 permohonan. “Kesejahteraan” pekerja telah dikontrakkan kepada agen-agen seperti ISS HK yang memang spesialis dalam menyengsarakan hidup para refugee.

Isu utama adalah hak untuk bekerja bagi para refugee sehingga mereka bisa bertahan hidup dan bebas dari kemiskinan dan kebergantungan. Namun kebijakan pemerintah saat ini bekerja bagi refugee adalah illegal yang bisa menyebabkan pelanggarnya dihukum penjara tiga tahun. Continue reading “Mengapa Refugee harus memiliki hak untuk bekerja”

Blog at WordPress.com.

Up ↑