Revolusi Februari 1917: Apa pelajaran untuk kita sekarang?

21 Februari 2017

Peter Taaffe, Socialist Party (CWI di Inggris & Wales), dicetak dalam the Socialist (koran Socialist Party)

23 Februari 1917 (8 Maret dalam kalender sekarang) menandakan permulaan revolusi sosialis di Rusia, yang memicu gelombang revolusioner dan menggema ke seantero dunia. Dalam the Socialist (koran dari Socialist Party) pada 2007, sekjen Socialist Party (CWI di Inggris & Wales) Peter Taaffe menganalisis tentang pelajaran yang dapat diambil oleh kelas pekerja pada dewasa ini dan bagaimana kepimpinan partai Bolshevik, terutamanya Lenin dan Trotski, menjadi penentu dalam memastikan kemenangan pekerja dalam revolusi pada bulan Oktober.

Hal ini memelihara validitas utuhnya bagi dewasa ini sehingga kami memproduksi ulang intisarinya di sini, dengan beberapa tambahan jawaban atas sejarawan kapitalis.

Kunjungi 1917revolution.org, situs spesial yang digagas oleh CWI untuk merayakan dan memeringati Revolusi Rusia, untuk membaca artikel asli ini dan artikel lainnya.

Simon Sebag Montefiore telah memimpin tuduhan yang pro-kapitalis terhadap Revolusi Russian. Dalam Evening Standard, dia menegaskan bahwa revolusi ini membuka babak baru pertumpahan darah dan penderitaan. Bagaimanapun, menimbang skala dalam sejarah, revolusi Rusia ini jauh lebih sedikit menumpahkan darah dibandingakan dengan pembunuhan massal pada Perang Dunia Pertama yang mana revolusi ini mengakhirinya, yang mana revolusi ini menelan lima juta korban jiwa dan terluka. Dia tidak mengatakan apapun tentang ini!

Seratus tahun yang lalu kelas pekerja Rusia, dipimpin oleh para pekerja yang tak terkalahkan dari St Petersburg, bangkit dalam sebuah revolution yang menumbangkan 1000-tahun kekuasaan diktator dari Tsar. Hal ini memulakan proses revolusi dan kontra-revolusi dalam sembilan bulan berikutnya, yang mana – dalam Oktober 1917 – menghasilkan Kesatuan kelas pekerja demokratik yang pertama, revolusi sosialis dalam sejarah.

Revolusi Februari berada di antara revolusi Rusia pertama pada 1905-1907 dan revolusi ketiga yang menentukan, revolusi Oktober 1917. Perwakilan bisnis-bisnis besar dewasa ini dan antek-anteknya di dalam media-media dan universitas-universitas, para profesor – ‘sejarawan’ dangkal, mereka selalu mengabaikan kejadian sejarah besar ini atau mencari pembenaran bahwa revolusi Februari adalah revolusi Rusia yang ‘sesungguhnya’ di mana kemudian ‘keluar jalur’ dan berakhir pada ‘kudeta’ Oktober 1917.

Jelas, Britania sekarang bukanlah Rusia pada 1917 – sebagai masyarakat yang dirampas secara ekonomi dan budayanya, dengan kelas pekerjanya sebagai minoritas di antara lautan kaum petani. Namun, di bawah dampak dari krisis ekonomi yang serius, perpecahan sosial – revolusi – dapat terbangun di dalam masyarakat yang paling ‘maju’ maupun yang paling terbelakang.

Pergolakan ekonomi dalam ekonomi kapitalis dunia pada 2007-08 menghadirkan revolusi di Timur Tengah, dengan kejatuhan setidaknya empat diktator di Tunisia, Mesir, Libya and Yaman. Hal ini menggema, contohnya, dalam pergerakan protes di Wisconsin menentang pemotongan anggaran, di mana bendera Mesir turut dikibarkan.

2007-08 merupakan pertanda dari situasi ekonomi dan sosial yang sangat goyah bagi kapitalisme dunia, yang dapat menghasilkan, dalam bentuk lain, kondisi seperti Rusia 100 tahun lampau.

Satu pelajaran penting dari revolusi Februari dan sesudahnya bahwa, apabila kepimpinan dari partai pekerja yang paling sadar pada tahap tersebut, Bolshevik, mengikuti kebijakan dari kepimpinan-kepimpinan buruh seperti sekarang, tidak akan revolusi Rusia dapat terjadi.

Pada 1917, Rusia sedang melalui krisis sosial terparah dalam sejarahnya. Kalau lah tidak pernah ada partai Bolshevik, yang dipimpin oleh Lenin dan Trotski, energi revolusioner maha-besar dari kelas pekerja dan buruh tani hanya akan menguap dengan ledakan sporadisnya.

Perjuangan kelas merupakan penggerak utama dalam sejarah namun hal ini memerlukan program yang tepat, sebuah partai yang tegas, dan kepimpinan yang terpercaya dan pemberani yang sedia memimpin sampai ke titik darah penghabisan dalam perlawanan menghadapi sistem kapitalisme dan ketuan-tanahan, sebagaimana yang terjadi di Rusia.

Penghormatan sebagai pemrakarsa revolusi disematkan pada kelas pekerja wanita dari St Petersburg. Pada 22 Februari, pabrik utama dari kota, pabrik Putilov, mengumumkan mogok umum. Di dalam kota ini terdapat kira-kira 390.000 pekerja pabrik, dipekerjakan di sebuah unit industri raksasa – pabrik Putilov.

Sekitar sepertiga dari para pekerja ini adalah wanita. Pada 23 Februari, para wanita pekerja tekstil, tanpa melalui kesepakatan lebih dahulu dengan partai manapun, melakukan mogok di beberapa pabrik, yang menyebabkan pada terjadinya demonstrasi massal di kota. Hal ini membuka pintu banjir revolusi, yang tersingkap dalam lima hari setelahnya.

Satu ciri tak terbantahkan dari revolusi adalah adanya campur tangan langsung dari masa kelas pekerja dan rakyat miskin – yang umumnya tidak puas hati namun terpaksa tunduk pada kapitalisme pada periode-periode ‘normal’ – dalam menentukan nasibnya sendiri.

Dalam pengujian kehendak antara kelas pekerja dan tsarisme di jalan-jalan Petrograd (St Petersburg), perwakilan-perwakilan aparat negara dari ketuan-tanahan dan kapitalisme melebur dalam panasnya bara revolusi. Hal ini ditengarai dengan mendekatnya ke sisi pekerja, atau sebuah ‘netralitas’ tertentu, dari yang sebelumnya adalah pasukan tsaris paling brutal, misalnya Kozak.

Revolusi Februari diraih, kebanyakan dari dasar, oleh para pekerja dan pasukan – kebanyakan dari mereka adalah kaum petani bersenjata. Namun sayangnya mereka belum sadar akan potensi kekuatan mereka sendiri. Banyak kali dalam sejarah, masa kelas pekerja telah mampu menumbangkan rezim tetapi gagal menikmati buah kemenangan mereka sendiri karena mereka paham belum atas peranan mereka dalam aktivitas ekonomi dan masyarakat.

Karena itu, di Rusia, kekuasaan jatuh ke dalam tangan dari koalisi liberal-kapitalis, Menshevik (minoritas asal dalam pergerakan pekerja Rusia berlawanan dengan Bolshevik sebagai mayoritas) dan Revolusioner Sosial, sebuah partai dari kelas menengah perkotaan dan pedesaan.

Pemerintahan ketika ini mirip dengan apa yang dikenali kemudian sebagai ‘front rakyat’, yang membuat revolusi Spanyol pada 1931-37 yang tergelincir dan ditunggangi oleh kekuasaan Stalinis di Perancis dan di tempat-tempat lain.

Revolusi Februari telah, berlaku, sebagai permulaan dari revolusi sosialis di Rusia dan di seluruh dunia. Namun hanya Lenin, kepimpinan Bolshevik, yang dalam pengasingannya di Swiss, dan Trotski yang terasing di New York, mengakui revolusi ini. Bahkan kepimpinan Bolshevik di Petrograd, ketika mereka tidak tergabung dalam tampuk pemerintahan (yang mana hal ini tidak akan dapat diterima barisan partai Bolshevik dan kelas pekerja dari Petrograd), meskipun jua mereka telah memberikan dukungan atas koalisi pemerintahan tersebut dari luar.

Awalnya, pekerja di Petrograd dan barisan-dan-berkas Bolshevik berseteru dengan koalisi tersebut, yang telah menggenggam kekuasaan ke dalam tangannya. Namun dari pertengahan Maret, di bawah pengaruh Kamenev, kepimpinan dari Bolshevik, dan Stalin, yang telah kembali dari pengasingan, partai Bolshevik terayun secara nyata menjadi sayap-kanan.

Stalin menulis: “Pemerintahan sementara harus didukung karena…”

Hal ini sangat mirip dengan posisi kebanyakan kepimpinan partai pekerja sekarang ini, beberapa yang secara formal di sayap-kiri.

Lenin mengirim telegraf dari Swiss kepada kepimpinan Bolshevik di Petrograd: “Taktik kita; tidak memercayai sama sekali; tidak mendukung pemerintahan baru tersebut; curigai Kerensky secara khusus; persenjatai kelas pekerja sebagai satu-satunya jaminan; adakan pemilu segera untuk Duma Petrograd; tidak melakukan penyesuaian dengan partai-partai lain.” Kemudian dengan tegas dia nyatakan: “Sedikitpun dukungan pada Pemerintahan Sementara adalah pengkhianatan.”

Apa yang kira-kira akan dia katakan kepada para kepimpinan pekerja hari ini baik itu di Spanyol dan negara-negara lain di Eropa yang malah mengadvokasi dan bergabung dalam koalisi kapitalis, menduduki posisi menteri dan memeluk program neoliberal?

Lenin menentang walau sedikitpun segala dukungan bagi partai-partai kapitalis dan pemerintahannya. Ketika dia sampai di stasiun Finlandia di Petrograd pada April 1917, seorang komandan muda marinir, berkata atas nama jasanya, “mengekspresikan harapan bahwa Lenin dapat menjadi anggota dari Pemerintahan Sementara.”

Hal ini ditanggapi dengan cemoohan oleh Lenin yang kini berseberangan dengan pejabat-pejabat koalisi dan berbicara kepada para pekerja yang datang menyambutnya, dengan seruan: “Revolusi Rusia yang diraih oleh kalian kini telah membuka zaman baru. Panjang umur revolusi sosialis dunia!”

Kepimpinan yang pro-kapitalis dari buruh, seperti di Jerman di mana Sosial Demokrat ada di dalam pemerintahan bersama Kristen Demokrat yang kapitalis, berargumen bahwa inilah satu-satunya pilihan ‘progresif’. Mereka mencoba membenarkan hal ini dengan argumentasi bahwa mereka akan menjadi ‘pengawas sayap-kanan’.

Tiada hal baru dari argumentasi ini; Stalin dan Kamenev pada 1917 mendukung koalisi pemerintahan pasca-Februari ‘secara kritis’ dengan argumentasi yang sangat mirip. Secara langsung hal ini berlawanan dengan posisi yang angkat oleh Lenin dan Trotski pada 1917.

Kebijakan Lenin tersebut menelurkan, sembilan bulan kemudian, revolusi Oktober dan ‘sepuluh hari yang menggoncang dunia’ – gema revolusi Oktober di antara kelas pekerja di seluruh dunia.

Tidak seperti kepimpinan pekerja sekarang ini yang terperdaya dan dirusak oleh iming-iming popularitas dan jabatan kementerian, Lenin tidak gentar walau berada di posisi minoritas. Bolshevik memperolehi 1% atau 2% bagian dari suara pemilih di dalam soviet (komite pekerja) pada Februari, dan hanya 4% pada waktu dia pulang kembali pada bulan April.

Namun sebuah revolusi seperti Februari pada umumnya tercipta dengan keberanian dan kesadaran minoritas bersama dukungan luas dari masa kelas pekerja. Setelah berhasil dimenangkan, lapisan masa yang luas dapat memasuki arena perpolitikan.

Pada Februari 1917, mencontoh kejadian pada revolusi 1905-07, mereka membangun organisasi kelasnya yang independen dalam bentuk soviet – dewan dari pekerja, pasukan and petani. Faktanya, ‘kekuasaan ganda’ terbentuk di Rusia pada Februari 1917 yang berlangsung hingga revolusi Oktober.

‘Kekuasaan ganda’ ini, atau elemen ini, nampak dalam semua pergolakan revolusioner. ‘Pemerintahan’ masih mempertahankan kekuatan pemerintahannya namun juga ditantang oleh kekuatan independen dan organisasi dari kelas pekerja.

Bolshevik mendapat kebencian abadi dari para kapitalis dan partai-partai yang menghendaki untuk tetap bermain dalam kerangka sistem tersebut.

Seluruh pers, termasuk koran-koran Menshevik dan Revolusioner Sosial, membawa kampanye keji menentang Bolshevik, seperti bagaimana media dan pers Britania lakukan untuk menentang para pekerja tambang pada 1984-85, menentang Militan Liverpool dalam perjuangan heroik mereka pada 1983-87 atau menentang Jeremy Corbyn sekarang ini.

Ribuan ton kertas koran dipenuhi dengan laporan bahwa Bolsheviks memiliki hubungan dengan polisi-polisi pembela tsar, bahwa mereka menerima bergerbong-gerbong kereta berisi emas dari Jerman, bahwa Lenin adalah seorang mata-mata Jerman, dll. Pada bulan-bulan awal setelah revolusi Februari, kampanye keji tersebut bahkan bisa memengaruhi massa, dengan pelaut dan tentara mengancam akan menusukkan bayonet kepada Lenin dan kepimpinan-kepimpinan Bolshevik lainnya jika bertemu.

Bagaimanapun, Bolshevik, di bawah arahan Lenin, mengacuhkan para ‘pengoceh parlementer’ dan mengarahkan semua perhatian mereka kepada masa kelas pekerja dan, khususnya, kepada puluhan juta orang paling tertindas yang bergerak ke sayap-kiri akibat kekecewaan kepada koalisi ‘resmi’ partai-partai soviet.

Dengan hal inilah, penekanan konstan tentang pendekatan independen kelas pekerja dan organisasinya, yang menyebabkan pertumbuhan Bolshevik. Perbedaan kontras antara Lenin bersama Bolshevik, dengan para kepimpinan dan eks-kepimpinan organisasi pekerja pada hari ini, tak pernah sejelas ini sebelumnya.

Tentunya, dulu hal ini terjadi dalam periode revolusi, yang mana berbeda dari kenyataan yang terjadi di banyak negara-negara di dunia saat ini. Bagaimanapun, persiapan untuk situasi begini perlu dibawa dalam periode sebelum perubahan situasi yang tajam dan mendadak terjadi. Inilah peran dari kepimpinan dan organisasi Marxis yang memiliki pandangan jauh ke depan.

Pekerja Rusia berhasil bukan dengan kebijakan ‘satu per satu’ dari Februari sampai Oktober. Faktanya, keberhasilan revolusi Februari secara sistematis perlahan dirusak karena koalisi pemerintahan menolak memutuskan hubungan dengan ketuan-tanahan dan kapitalisme.

Revolusi ini mengambil pengalaman dalam tempo sembilan bulan berikutnya, bersama dengan agitasi dan kerja dari Bolshevik, dalam meyakinkan para pekerja Rusia mengenai kepentingan penggulingan kekuasaan secara mendadak – sebuah revolusi sosial – yang kemudian terjadi pada Oktober 1917.

Peristiwa besar dari Februari 1917 bukanlah sejarah yang mati. Kita mengenang kelas pekerja Petrograd yang pemberani dalam peristiwa perubahan sosial yang besar ini dengan mempelajari perkara nyata dari peristiwa-peristiwa ini demi aksi kita hari ini dan seterusnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: