Resensi Buku: Lenin on the Train

Resensi buku oleh Niall Mulholland. Judul buku: Lenin on the Train karya Catherine Merridale, terbitan Penguin Books, 2017.

[ Diterjemahkan oleh Pratiwi Rahmat ] – Terjemahan dari situs Pembebasan

Ketika revolusi Februari pecah di Russia pada 1917 dan menyingkirkan rezim Tsar, Lenin sedang berada dalam pembuangannya di Swiss.

Mengingat sikapnya yang keras menentang Perang Dunia I, tentu akan menjadi sebuah capaian besar bagi pemimpin Bolshevik ini jika ia mampu kembali ke Rusia dengan melintasi negara-negara yang terlibat dalam peperangan, untuk kemudian memimpin oposisi sosialis menghadapi Pemerintahan Sementara baru yang berwatak kapitalis.

Dalam ‘Lenin on the Train‘, Catherine Merridale memberikan narasi yang hebat tentang bagaimana usaha Lenin untuk kembali ke Rusia–“sebuah perjalanan yang mengubah dunia“–terlepas dari kecamannya terhadap kaum Bolshevik begitu mereka berkuasa.
Merridale menjelaskan tentang peran penting Lenin, mulai dari ketika Lenin berada di luar negeri dan upayanya kembali ke Rusia, untuk memimpin kembali kaum Bolshevik, sehingga mereka dapat terus memimpin jutaan pekerja, tentara dan petani miskin hingga akhirnya berkuasa pada bulan Oktober.

Terperangkap

Rezim Tsar dan sumber-sumber diplomatik Inggris sebagian besar telah terjungkal oleh revolusi Februari, yang pecah karena krisis pangan dan perang yang tampaknya tak berujung dan terus menerus menunut korban tewas yang sangat besar. Namun mereka (Rezim dan sekutunya) menyangkal itu semua.

“Ciri mencolok dari korespondensi diplomatik dan intelijen Inggris pada saat itu adalah menolak implikasi dari Revolusi Februari secara keseluruhan,” catat Merridale.

Lenin segera mencari jalan kembali ke Rusia. Dia didekati oleh seorang mantan pemikir Marxis, Alexander Helphand (juga dikenal sebagai Parvus), yang menyarankan Lenin untuk membuat kesepakatan dengan rezim Jerman agar mengizinkannya bersama kaum sosialis lainnya kembali ke Rusia menggunakan sebuah kereta ‘tertutup’ di wilayah Jerman .

Jendral Jerman, yang melihat kemungkinan Amerika Serikat bersiap terlibat dalam perang, berspekulasi bahwa dengan kembalinya Lenin dan kaum revolusioner lainnya maka akan memperburuk gejolak Rusia, lalu memaksa negara tersebut untuk keluar dari perang. Namun apa yang terjadi kemudian melebihi apa yang sedari awal Jerman perkirakan. Revolusi sosialis di Rusia mampu mengilhami penggulingan Kekaisaran sekaligus mengancam eksistensi kapitalisme Jerman.

Merridale menunjukkan bagaimana Lenin saat itu terlihat sangat ragu untuk menerima saran dari Helphand. Dia khawatir tindakan itu akan digunakan oleh musuh-musuh politiknya untuk menyerangnya dengan tuduhan sebagai “agen Jerman”. Namun, di sisi lain, tidak ada pilihan lagi. Meski enggan, Lenin tetap memilih cara ini.

Namun, dia selalu menekankan agar tetap memiliki kebebasan politik penuh dari imperialisme Jerman dan kepentingannya.

Lenin terus menulis dan berbicara secara terbuka tentang bagaimana dia menentang semua keterlibatan negara imperialis dalam perang, termasuk Rusia dan Jerman.

Dia bersikeras bahwa kaum revolusioner melakukan perjalanan menggunakan kereta kelas tiga, dengan sebuah garis kapur melintang di lantai kereta yang dibuat sebagai pembatas antara orang-orang Rusia dan pasukan Jerman yang mengawal mereka.

Merridale membahas secara rinci tuduhan yang dilontarkan oleh musuh Lenin pada tahun 1917, yang menuduh bahwa Lenin telah menerima “emas Jerman”. Dia menambahkan “daripada bukti yang jelas, yang ia dapati hanya probabilitas dan kebohongan belaka”.

Lebih jauh lagi, dia berkomentar bahwa Lenin bukan lagi agen imperialisme layaknya Georgi Plekhanov, ‘bapak Marxisme Rusia’, yang dikirim kembali ke Rusia dengan bantuan tentara imperialis Inggris. Bagi Plekhanov, “Seorang Marxis, adalah orang mengaum dalam perang, seorang patriot yang bisa memberi tahu kaum sosialis lain persis di mana tugas mereka berada.”

Bersamaan dengan Pemerintahan Sementara, revolusi Februari melemparkan dewan deputi pekerja soviet, sebuah “kekuatan ganda” yang menandingi pemerintahan kapitalis. Namun pada hari yang sama saat Lenin bertolak dari Stasiun Zurich, 27 Maret, Pemerintah Sementara mengumumkan, dengan “mengatasnamakan Soviet”, akan tetap melanjutkan keterlibatan Rusia dalam Perang Dunia I.

Lenin bersikeras bahwa kaum Bolshevik harus dengan tegas menentang kaum Menshevik dan Revolusioner Sosialis pengkhianat yang pada saat itu memimpin soviet-soviet.

Merridale menggambarkan kegelisahan Lenin akan bimbangnya kepemimpinan Bolshevik kala itu, terutama Kamenev dan Stalin. Di halaman surat kabar, Pravda, Kamenev berpendapat bahwa Rusia “masih harus berjuang dan memenangkan perangnya, walaupun utamanya untuk mempertahankan keuntungan dari revolusi …”

Meskipun Kamenev telah “disensor” oleh partai lokal (“dan Stalin diam-diam meninggalkannya”), kebingungan memerintah masih melanda Bolshevik sampai kembalinya Lenin. “Telegram Lenin pada awal Maret secara eksplisit menyatakan: tidak ada dukungan untuk Pemerintahan Sementara, tidak ada kerjasama dengan pihak lain … untuk perpindahan kekuasaan dari kaum borjuis ke milisi pekerja atau pada soviet …

“Seluruh baris mengesampingkan semua bentuk koalisi dengan kaum Menshevik. Peperangan, menurutnya, adalah petualangan kapitalis yang berdarah, dan bukan apa yang kini dilakukan Kerensky untuk diperjuangkan untuk membela diri secara revolusioner. ”

Kegembiraan

Saat mencapai Stasiun Finlandia, Petrograd, Lenin mengatakan kepada kerumunan besar yang menyambutnya dengan gembira untuk segera mempersiapkan revolusi sosialis. “Slogan-slogannya terasa seperti sengatan listrik yang menghentak tiba-tiba… seruan untuk hidup, kilauan angan tentang kepemilikan pribadi mulai diragukan,” tulis Merridale.

Bab terakhir membawa permusuhan politik Merridale terhadap Lenin. Dia mengklaim bahwa revolusi Oktober adalah sebuah “kudeta” yang menyebabkan “kediktatoran.” Dengan demikian, Merridale menolak sebuah revolusi sejati yang melibatkan jutaan orang dan mengesahkan tahun-tahun awal peraturan kelas pekerja dan kemudian tirani kontra-revolusioner Stalinis.

Namun demikian, faktanya tetap bahwa revolusi Oktober menandai pertama kalinya kelas pekerja berhasil berkuasa dan mulai melakukan transformasi sosialis dalam masyarakat dengan melawan rintangan yang sangat besar.

LeninOnTheTrain.indd

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: